Bagian 3: Lebih Pedulikan Yang Dekat Dari Yang Jauh

Posted on 28 Agustus 2010

0


2034_majelis-rasulullah.gif

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, demikian indahnya tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan hal yang dipertanyakan kepada saya tentang ajakan pada majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk berdoa bagi saudara saudari kita yang tertimpa musibah di palestina, tentunya hal ini hal yang baik dan hal yang luhur mendoakan saudara saudari kita muslimin muslimat disana, namun perlu kita sadari bahwa yang lebih perlu kita perdulikan adalah yang lebih dekat kepada kita, kita kadang teringat pada yang jauh yang sampai ujung-ujung negri kita ingat, kita ribut, kita menyeru-nyerukan dan mengeluh-ngeluhkan untuk mendoakannya, lupa ayah ibunya sendiri belum shalat 5 waktu, istri atau suaminya masih melakukan hal-hal yang haram, anaknya masih terjebak narkotika, tetangganya masih minum minuman keras temannya masih terjebak perzinahan, hadiri hadirat yang didepan matanya itu ngapain yang jauh jauh disana, doakan keluargamu dan seru mereka kepada keluhuran, doakan tetangga kita dan sahabat kita dan kerabat kita, siapa yang mau mendoakannya? apakah palestina didoakan barat dan timur dan kita meninggalkan saudara dan kerabat kita, tentu kita mendoakan palestina tapi juga lebih mendoakan kerabat dan sahabat kita dan wilayah kita dan kota kita dan bangsa kita, kita doakan.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, hadirin kalau seandainya bukan kita yang membenahi maka siapa yang membenahi, kita tunggu orang palestina membenahi saudara kita, tentunya kita yang benahi teman dan kerabat kita, ayah bunda kita, anak-anak kita benahi dengan lembut dengan baik, ajak orang-orang minuman keras untuk bertaubat, hadir majelis dzikir yang terjebak dalam perzinahan, perjudian ajak ke majelis dzikir, hadirin hadirat jadikan mudah saja, wah ini tempat narkotika ini mesti dihancurkan, kalau seandainya tidak ada yang membeli narkotika tidak ada yang jual lagi, diskotik tempat mabuk mabukan, kalau tidak ada yang masuk kesitu akan tutup sendiri , minuman keras tidak akan ada yang jual kalau tidak ada yang beli.

Hadirin hadirat jadi bikin mudah saja, ga usah di bikin susah-susah, kita ajak orang untuk menghindari narkotika, menghindari perzinahan, kositusi untuk sendiri kalau tidak ada yang memakainya, demikian obat obatan, demikian minuman keras, demikian yang lainnya, maka benahilah dengan cara yang tebaik yaitu mengikuti tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, benahi wilayah kita, saudara kita yang mendengar di sini, yang mendengar di website streaming diwilayah wilayah dan negri lainnya, benahi wilayah kalian masing masing dulu, semampunya jika tidak mampu maka doakan, kalau palestina kita doakan tentunya tapi juga lebih penting kerabat dan saudara kita jangan kita lupakan.

Hadiri hadirat yang di muliakan Allah, demikian indahnya jiwa-jiwa yang mengerti tentang rahasia keluhuran iman, mereka lebih mengingat yang dekat daripada yang jauh, namun tidak melupakan yang jauh sejauh apapun di doakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan kita selalu mendoakannya muslimin muslimat, mu’minin mu’minat di barat dan timur semoga di beri umur panjang yang belum menyembah Allah subhanahu wata’ala semoga diberi hidayah untuk menyembah Allah subhanahu wata’ala.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah subhanahu wata’ala Sang Maha indah terus menanti doa-doa dan munajat kita, menanti kita mendekat kepadaNya, menanti dan siap memberikan pengampunan ketika kita memohonNya, oleh sebab itu para salafus salihin, para ulama minal akrabin asyik dengan Rabbul’alamin subhanahu wata’ala, berkata Sayyidina syeck Ibrahim al Khawwas alaihi Rahmatullah di dalam ihya’ulumudin dijelaskan ia berkata beliau memegang dadanya, syech Ibrahim al Khawwas berkata alangkah desaknya dan beratnya kerinduan yang menindihi jantungku dan dada ku ini dengan rindu kepada yang selalu melihatku namun aku tidak melihat Nya, demikian ucapan sayyidina Ibrahim al Khawwas alaihi Rahmatullah, dan di jelaskan pula didalam ihya’ulmudin ketika Nabiyallah Yunus As , luapan cintanya kepada Allah seraya berkata di dalam salah satu ucapannya kalau seandainya antara aku dan Engkau wahai Allah dipisahkan oleh lautan api yang demikian dahsyat niscaya ku dalami dan ku seberangi karna rinduku kepada Mu wahai Allah, demikian ucapan seorang Nabi yaitu Nabiyallah Yunus, lebih lebih lagi Nabi yang paling merindukan Allah Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam barang siapa yang rindu berjumpa dengan Allah, Allah rindu berjumpa dengannya, Sayyidina Daud Atho’i alaihi Rahmatullah menjelaskan di dalam jannatul aulia seraya berkata sungguh kerinduan ku kepadamu wahai Allah telah membuat tidak terasanya segala yang lezat dan aku di dalam penjara Mu wahai Allah yaitu dunia belum berjumpa dengan Allah itu mereka merasa terpenjara. dan aku berada di dalam penjaramu wahai aku ini dalam penjaramu Wahai Allah, wahai yang Maha Dermawan masih terus memanggil-manggil Mu untuk selalu diberi keluhuran dan kemuliaan cinta.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Hal-hal seperti ini semoga menjadi cahaya kesejukan bagi kita, menambahi kita cinta kepada Allah subhanahu wata’ala dan rindu kepada Allah subhanahu wata’ala sebagaimana Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam orang yang paling rindu kepada Allah swt, tidak berani minta kepada Allah subhanahu wata’ala jumpa beda dengan Nabi musa meminta dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mau tapi Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam diam tapi Allah yang mengundangnya, beliau datang menghadap pada Allah, Allah yang memanggil sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di malam isra wal mi’raj.

Hadirin hadirat semoga Allah memuliakan ku dan kalian dalam rahasia keluhuran dunia dan akhirat, dan semoga Allah subhanahu wata’ala membenahi kita, membenahi saudara saudari kita, membenahi kerabat kita, membenahi semua keluarga kita, tetangga kita, masyarakat kita, bangsa kita, pemimpin kita dan seluruh muslimin dan muslimat dan juga yang di palestina semoga Allah swt menjauhkan mereka dari musibah namun kita jangan lupa ingatlah yang di palestina, mereka barang kali stiap hari barang kali ada yang terbunuh, tapi saat itu mereka terbunuh dengan syahid, kalau kita di sini tiap hari ada yang mati su’ul khatimah masuk ke dalam api neraka jauh lebih berhak di fikirkan, saudara kita, teman teman kerabat kita, barangkali hari-harinya wafat dalam su’ul khotimah di dalam kehinaan di dalam neraka yang kekal lebih berhak di seru dan di doakan, kita bermunajat kepada Allah, mengatasnamakan nama kita dan sisa usia kita agar dilimpahi keberkahan, kemuliaan dan keluhuran oleh Allah subhanahu wata’ala dan agar Allah juga menghapus kan seluruh dosa kita yang telah lalu.

Rabbiy kami mohon pada Mu, Wahai yang Maha luhur, Wahai yang Maha melimpahkan cahaya keluhuran pada perasaan dan jiwa, kami memanggil Nama Mu Wahai samudra keluhuran, wahai samudra cahaya keindahan, wahai samudra kesejukkan, wahai samudra ketenangan, wahai samudra kebahagiaan, wahai samudra keluhuran yang tiada pernah berhenti berlimpah kepada hamba Nya dari zaman ke zaman dunia dan akhirah.

Sumber: Majelis Rasulullah