Bagian 1: Betapa Dekat Dan Kasihnya Allah SWT Terhadap Hambanya

Posted on 25 Agustus 2010

3


Habib Munzir AlMusawa.jpeg

Postingan kali ini dari Majelis Rasulullah , yang merupakan tulisan Habib Munzir Al-Musawwa yang berjudul ”Doa Sang Nabi SAW Untuk Yang Sakit Dan Klarifikasi Peduli Palestina”. Tulisan ini saya bagi tiga bagian. Berikut artikelnya:

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Membuka cahaya keluhuran sepanjang waktu dan zaman, Yang Maha Menerbitkan kebahagiaan dan Maha Melimpahkan anugrah sepanjang waktu dan masa, dari generasi ke generasi kehidupan berganti, kematian berganti, kehidupan berganti kematian, Sang Maha Ada terus ada dan melimpahkan anugrah dan tiada henti-hentinya dari zaman ke zaman melimpahkan rahmatNya dan kelembutan kepada para hamba, dan menanti jiwa dan sanubari yang ingin mendekat kehadirat Yang Maha Dekat kepada hamba-hambanya lebih dari semua yang dekat.

Allah subhanahu wata’ala lebih dekat kepada kita dari pada semua yang dekat. Sungguh Allah subhanahu wata’ala itu lebih dekat kepada kita dari pada urat leher kita, dari pada nyawa kita, dari pada ruh kita, dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Di malam yang luhur ini aku dan kalian semoga berkumpul di dalam cahaya keluhuran dan terang benderang dengan keluhuran, pulang membawa keluhuran, di Limpahi oleh Yang Maha Luhur keluhuran di dunia dan akhirat, dan Yang Maha memiliki Keluhuran Dunia dan akhirat, Keluhuran jiwa dan sanubari, keluhuran perasaan, keluhuran pemikiran, keluhuran perbuatan, keluhuran pekerjaan, keluhuran rumah tangga, keluhuran masyarakat, keluhuran Kota, Wilayah dan Bangsa, amin Allahumma amin.

Wahai yang mendengar segenap munajad dan Do’a, Dialah Allah subhanahu wata’ala, yang aku dan kalian akan menghadapnya, datang waktu yang pasti aku dan kalian satu persatu dipanggil dengan namanya untuk menghadap, seraya berfirman : “DAN SEMUA YANG ADA DILANGIT DAN BUMI AKAN DATANG MENGHADAP ALLAH ARRAHMAN, SELAKU HAMBA (QS Maryam 93)”.

Limpahan puji kehadirat Allah yang telah menyampaikan kita ayat keluhuran ini, semua yang ada di alngit dan bumi, akan datang menghadap Nya swt sebagai hambaNya. Semua tanpa Kecuali pasti datang kepada Allah selaku hamba, Gunung-gunung berdatangan sebagai hamba, matahari datang sebagai hamba, bulan dan seluruh planet dan bintang-bintang yang selalu bergemuruh dengan Dzikir di alam kehidupan ini akan datang sebagai hamba seluruh malaikat datang sebagai hamba, Syetan dan Iblis datangan sebagai hamba, pepohonan, tetumbuhan dan hewan datang sebagai hamba, aku dan kalian datang sebagai hamba, di hadapan Arrahman kesemuanya adalah hamba, tiada yang lain selain hamba, dan selainnya adalah Sang Maha Pencipta yang Maha tunggal dan abadi, Allah. Nama Yang Paling Berwibawa di jagat Raya semesta, Nama yang memecah segenap kemuliaan dunia dan akhirat, melimpahkannya terbuka dan terpecahkan segenap keluhurannya, sampai dan tumpah ruah kepada hambanya dari rahasia keluhuran Nama Nya lah tercipta jagat raya dari tiada, dari rahasia keluhuran NamaNya, tercipta dunia dan akhirat dari keluhuran rahasia Nama Nya, aku dan kalian hidup dan pasti akan wafat, dan semoga dari rahasia keluhuran NamaNya pula aku dan kalian di muliakan dunia dan akhirat, ya Allah.

Semua yang ada di langit dan bumi akan datang kepada Ku sebagai hamba,
“Dan Aku sudah mengetahui seluruh jumlah mereka”, (QS Maryam 94) dan
Aku sudah menghitungnya dengan jumlah yang sempurna, perhitungan Ilahiyah Maha Mengetahui seluruh jumlah sel tubuh kita, Maha mengetahui berapa jumlah keturunan Adam hingga hari Kiamat, berapa jumlah butir debu yang ada di permukaan bumi, berapa jumlah planet yang ada di langit, berapa jumlah para malaikat, hewan dan tumbuhan, karna Dia lah Yang Menciptanya,
Sungguh Aku telah menghitung mereka semua makhluk-makhluk dengan perhitungan yang dengan sesungguhnya,
“Dan semua mereka akan datang kepadaKu (yaitu keturunan Adam), satu persatu sebagai hamba” (QS Maryam 95) datang hanya sendiri maju ke hadapan Allah di saksikan oleh seluruh makhluk lainnya, fulan bin fulan maju kehadapan Allah, bumi yang kita injak menjadi saksi, tempat sujud kita menjadi saksi, tempat maksiat kita menjadi saksi, kesemuanya tidak ada yang tersembunyi, hadirin hadirat yang di muliakan Allah, Sungguh mereka yang beriman dan beramal sholeh, semoga aku dan kalian hamba yang beriman dan beramal sholeh, selalu di muliakan Allah dengan beriman dan beramal sholeh, akan Allah jadikan untuk mereka Cinta (QS Maryam 96).

“Wuddaa” ini Kalimat Cinta kasih sayang terlembut dan terindah dari Allah subhanahu wata’ala Sang pemilik kalimat Cinta dan kasih sayang, Yang Maha menciptakan cinta, memunculkan cinta Nya, di saat hamba satu persatu datang maju kehadapanNya, Allah berjanji kepada mereka yang beriman dan beramal sholeh, siapa mereka ? Para pengikut Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, siapa lagi kalau bukan pengikut Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka akan Allah jadikan untuk mereka Cinta, maksudnya Allah tunjukan Cinya Nya Allah kepada mereka saat itu, disaat detik-detik perjumpaan yang merupakan detik-detik penentukan di masa kehidupan kita dan setelah kita jumpa dengan Allah, ditentukan disaat perjumpaan itu.

Hadirin hadirat Yang di muliakan Alah, Itu detik-detik yang menentukan kehidupan kita yang kekal. Sayyidina Imam Hujjatun Islam wabarakatul ‘Anam Al Imam Umar bin Abdurrahman Al Attas shohibul Ratib, di riwayatkan ketika Sayyidina Imam Umar bin Abdurrahman Al Attas ini selesai dari shalat Tahajjudnya di tengah malam, dia membaca dzikir “Wuddaa…, terus dia mengulang-ulang kalimat itu, sampai adzan subuh dia mengulang satu kalimat itu, cinta Mu kasih sayang Mu, cinta Mu kasih sayang Mu, Cinta Mu kasih Sayang Mu, demikianlah ucapan yang di lafadzkannya hingga terbitnya subuh dan dia menikmati dekatnya ucapan Cinta kepada Allah.

Saudara saudariku yang kumuliakan, Lewati hari-hari terindah dalam kehidupan ini dengan menikmati ledzatnya Cinta Allah, Ledzatnya mencintai Allah yang dengan itu Allah mencintai kita, Allah subhanahu wata’ala telah disabdakan pada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barang siapa yang mendekat pada Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta” Menunjukan Jika kita Cinta kepada Allah, Allah lebih Cinta kepada kita.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah, Allah subhanahu wata’ala Maha mampu berbuat kepada hamba-hambanya, Allah subhanahu wata’ala Maha mampu pula memberikan kemuliaan, Allah juga Maha mampu memberikan kehinaan. Sebagaimana Allah berbuat kepada Ummat Nabiyallah Luth As. Nabiyallah Luth As mempunyai ummat yang beriman dan ada yang pendosa, dosanya adalah homo seksual dan Lesbian, pria dengan pria, wanita dengan wanita, mereka terus bercumbu demikian, dan Nabi Luth As mengajak mereka untuk bertaubat, namun mereka tetap menolak, mereka tetap memilih dalam Homo seksualnya dan lesbiannya, Maka Allah subhanahu wata’ala murka dan memerintakan kepada Nabi Luth As untuk menyingkir, pergilah engkau wahai Luth dengan pengikut ummatmu yang beriman, limpahan Rahmat bagi mereka.
Dalam waktu tiga hari mereka tidak lama Allah subhanahu wata’ala menjadikan tempat kaum Nabi Luth As itu , yang bawahnya menjadi atasnya, yang atasnya menjadi bawahnya, diriwayatkan di dalam Tafsir Imam Ibn Katsir, Imam Khuturbi dan Imam Thobari dan imam lainnya: Allah menurunkan Jibril dan Jibril mengangkat tanah wilayah itu dan membalikannya, di angkat ke langit dan di lemparkan kembali ke dalam bumi hingga terbalik, atasnya menjadi bawahnya, dan bawahnya menjadi atas, Hadirin hadirat itu yang dikenal dengan laut mati, kenapa? Karena Danau tapi asin, orang di situ berenang tidak bisa berenangpun tidak akan tenggelam, karena kalau sudah masuk di situ ngambang saja karena kadar garamnya sangat tinggi.

Dan hadirin hadirat itu dinamai juga bahrul mayyit, atau The Dead Sea. makruh orang yang mendatangi laut mati itu kalau tanpa niat yang baik, atau tanpa niat yang Udzur yang Syar’i makruh, karena apa ? karena tempat yang pernah di landa kemurkaan Allah subhanahu wata’ala.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah, Tempatnya adalah di Negeri Jordan, dekat dengan perbatasan Israel, Nabi Luth As di situ, Allah subhanahu wata’ala melimpahkan azabnya kepada mereka kaum Nabi luth As, Nabi Luthnya selamatkan diri pergi ke tempat yang jauh, hadirin hadirat demikian yang Allah perbuat pada mereka yang terus menolak untuk mendekat Kepada Nya, tidak di perbuat di dunia barang kali dalam kuburnya, tidak di dalam kubur barang kali di akhirat, tidak akan selamat seseorang di dalam dosa-dosa kecuali dua hal : di ampuni Allah atau mendapat pencucian dosa, keduanya Rahmatnya Allah, pencucian dosa adalah jauh lebih baik dari pada dibiarkan wafat dalam kekufuran dan Suul Khatimah.

Hadirin hadirat, namun terbaik adalah pengampunan Nya maka memohonlah yang baik dari yang Maha Baik, karena Allah tidak mengecewakan hambanya yang berdo’a, sebagaimana dikatakan oleh Nabi Dzakaria As : “Dan tiadalah aku menjadi hina dan celaka jika menyeru dan berdoa padaMu” (QS Maryam 4).

Kalau aku berdo’a maka aku tidak akan terhinakan dan tidak akan terkecewakan, Aku pasti termuliakan kalau berdo’a, tidak akan di hina kalau seandainya aku berdo’a kepada Mu Wahai Allah, semoga kita selalu Allah jadikan kita para pendo’a, bukan para pendosa tapi para pendo’a yang banyak berdo’a kepada Allah subhanahu wata’ala.