Janji Seekor Unta

Posted on 18 Agustus 2010

2


camel2.jpg

Dikisahkan oleh Aqil bin Abi Thalib, beliau berkata: “Suatu hari aku mendampingi Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam, berjalan-jalan di sebuah desa. Saat di pertengahan jalan, tiba-tiba seekor unta berlari dengan begitu cepat. Setibanya di hadapan Raslulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam , ia berhenti. Anehnya unta itu bisa berbicara, “Ya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam, berikan aku keamanan.” Di hadapan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam tak henti-hentinya unta itu minta perlindungan pada beliau.

Sampai datanglah seorang badui dengan menghunuskan sebilah pedang mengejar unta tersebut. “ Apa yang engkau inginkan dari unta yang tak berdaya ini?” tanya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam kepada badui itu.

Dengan terengah-engah badui itu menjawab, “Wahai Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam, aku membeli unta itu dengan sangat mahal, tapi kemudian dia malah membangkang dariku. Ia tidak menuruti apa yang aku perintahkan. Akupun jadi berang karenanya. Aku ingin menyembelihnya agar aku dapat memanfaatkan dagingnya.”

Mendengar pernyataan si badui tadi, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam menanyakan pada unta tersebut, “Mengapa engkau sampai tidak menuruti perintah tuanmu?”
“Ya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam , bukanlah aku mendurhakai tuanku karena ketidakmampuanku bekerja, melainkan aku mendurhakainya sebab kabilah yang aku tinggal bersama mereka selalu tidur malam sebelum menunaikan salat Isya, sehingga salatnya terlalaikan.

Tapi, jika tuanku mau berjanji kepada engkau tidak lagi meninggalkan salat Isya, akupun akan berjanji kepada engkau untuk tidak mendurhakai tuanku selagi aku masih hidup. Sesungguhnya aku takut terkena imbas siksaan dari Allah Subhânahu wata ‘âlâ atas perbuatan mereka,” kata unta itu.

Setelah mengetahui titik permasalahan di antara keduanya, maka Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam membuat suatu kebijakan yang saling menguntungkan. Beliau menawarkan janji kepada badui itu untuk tidak lagi meninggalkan salat Isya. Badui itu menyanggupi, dan unta itu diserahkan kepadanya.

Sumber: Pondok Pesantren Sidogiri Online

Posted in: Renungan