Jilbab Merah Luna Maya

Posted on 21 Juli 2010

0


Oleh: Limantina_sihaloho
merah-jibab-300x153.jpg

Hollywood is a place where they’ll pay you a thousand dollars for a kiss and fifty cents for your soul . (Marilyn Monroe,1926 – 1962) ; coelho.

Kehidupan para artis di ibukota adalah kehidupan yang glamour. Kecantikan menjadi salah satu kata kunci yang paling utama. Ciri khas para artis perempuan di Indonesia: putih, semampai, rambut lurus, dan kulit kinclong. Kecantikan menjadi komoditi.

Dalam salah satu novel terbarunya, The Winner Stands Alone, Paulo Coelho menggambarkan glamouritas dalam dunia mode dan perfilman; obsesi merengkuh popularitas. Dunia mode dan perfilman adalah dunia di mana berkumpul manusia-manusia yang secara fisik cantik dan tampan.

Dalam The Winner, mereka ini merasa saling terancam oleh kehadiran dan keberhasilan orang lain. Yang cantik merasa tak nyaman karena berada di antara sesama yang cantik pula; potensial dan bisa merasa dirinya kurang cantik walau menurut yang bukan artis, mereka sudah seperti manusia sempurna yang turun dari langit seperti malaikat. Sudah pernah lihat yang begini? Saya belum.

Yang bukan model atau artis mungkin mengira alangkah menyenangkan menjadi artis atau model seperti Luna Maya atau Cut Tari atau Ariel sebelum mereka ini menjadi bulan-bulanan media massa dan seluruh penduduk negeri.

Sebelum kasus mereka merebak, media massa dan para artis ini saling berbagi keuntungan, setidaknya keuntungan materiil. Setelah kasus tak sedap itu, media massa lalu berperan sebagai semata pengeruk rating untuk media masing masing.

Sudah Berjilbab Ya?
Jarang kan artis di negeri ini yang berjilbab walau mereka masih terhitung sebagai Muslim. Kalau DKI Jakarta menerapkan Syariat Islam dan mewajibkan memakai kerudung/jilbab bagi semua perempuan Muslim, akan menjadi cerita panjang.

Ada beberapa model dan artis yang memilih berjilbab tetapi jumlah mereka sedikit, bisa kita hitung dengan jari. Saya jarang nonton televisi tetapi begitu kebetulan nonton televisi belakangan ini, para presenter perempuan kecuali presenter berita dan liputan, muncullah para perempuan yang cantik, putih, semampai, rambut lurus dengan pakaian-pakaian yang sering kekurangan bahan alias minim-kali itu yang pintar berceloteh. Mereka berpenampilan begitu karena tuntutan pemirsa atau media tempat mereka bekerja sedang mengarahkan selera pemirsa ya? Yang mereka sedang jual nampaknya bukan cuma celotehan tapi juga pakaian serba mini itu? Hhhmmm.

Foto-foto Luna Maya atau Cut Tari atau artis lainnya yang beredar di media massa kebanyakan juga foto-foto sejenis; menampilkan keindahan pakaian dan tubuh. Membuat orang lain yang mau menjadi iri menjadi iri, hihi …!

Setahu saya nggak biasa Luna Maya berjilbab tetapi begitu dia menjadi tersangka, mengapa dia perlu berjilbab di wilayah publik ya?
Pesan apa gerangan yang mau dia sampaikan?***

Sumber: Kompasiana

Posted in: Tak Berkategori