Tobatnya Sang Pembunuh Berdarah Dingin

Posted on 28 Juni 2010

0


hitman_3.jpg

Para pembaca di blog Mas zulfa , ini ada Hadist dan cerita tentang Maha Kasih Sayangnya Allah SWT terhadap hamba-hambanya yang mau bertobat kepadanya dengan niat sungguh-sungguh.

“Dari Abi Said Saad bin Malik bin Sinan AlKhudri r.a. bahwa Nabiyullah saw bersabda: Dahulu kala, sebelum kamu, ada seorang laki-laki yang membunuh 99 orang. Lalu ia bertanya tentang penguni bumi yang paling alim. Lalu ia ditunjukkan kepada seorang pendeta. Lalu ia mendatanginya, ia berkata: bahwasanya ia telah membunuh 99 orang, maka apakah ia bisa bertobat?
Dia (pendeta) menjawab: tidak! lalu laki-laki itu membunuhnya. Maka sempurnalah (menjadi) 100 orang. Kemudian ia bertanya tentang penghuni bumi yang paling alim. Lalu dia ditunjukkan kepada seorang laki-laki yang alim. Lalu ia berkata: bawasanya ia telah membunuh 100 jiwa (orang) apakah masih ada baginya tobat? Ia (laki-laki alim) menjawab: ya siapa yang menghalangi antaranya dan antara tobat. Berangkatlah ke negeri ini dan ini, karena di negeri itu banyak yang orang yang menyembah Allah swt, maka sembahlah Allah bersama mereka jangan kembali ke negerimu karena negeri itu negeri jahat. Lalu ia berangkat. Ketika di tengah perjalanan datanglah malaikat maut. Lalu terjadilah perselisihan (antara) malaikat rahmat dan malaikat azab tentangnya. Malaikat rahmat berkata: Telah datang yang tertobat dengan hatinya menghadap kepada Allah swt. Malaikat azab berkata: Sesungguhnya dia belum membuat kebaikan sedikit pun. Lalu datanglah seorang malaikat kepada mereka dalam bentuk manusia. Ia kemudian menjadikan dirinya diantara mereka; menjadi penengah. Lalu ia berkata: ukurlah antara dua negeri itu, manakah diantara keduanya yang paling dekat maka ia berhak mendapatkannya. Lalu mereka mengukur maka mereka mendapatinya (laki-laki) lebih dekat kepada negeri yang ia tuju, maka malaikat rahmat mencabutnya (HR Muttafaq Alaih)

Dalam satu riwayat dalam As-Shahih, “Maka ia pergi ke kampung yang shalih lebih dekat satu jengkal, maka ia dijadikan bagian dari penduduknya”

Dalam satu riwayat lain dalam AsShahih “Maka Allah mewahyukan kepada negeri ini menjauhlah dan kepada negeri yang ini, mendekatlah dan Dia berkata: ukurlah oleh kalian antara keduanya lalu mereka mendapatinya lebih dekat satu jengkal kepada kampung yang shaleh lalu Allah mengampuninya”.

Baik. Siapa yang menghalangi antara dia dan tobat! Bagaimana pendapatmu wahai yang ingin bertobat bahwa dosa-dosamu lebih besar dari laki-laki ini yang Allah telah menerima tobatnya. Lalu kenapa putus asa? Bahkan perkara ini sungguh lebih besar daripada itu wahai saudara yang Muslim, perhatikan firman Allah ta’ala berikut: “Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan benar dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat dosa. Akan dilipatgandakan azab untuknya pada Hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amalan shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (AlFurqon 68-70)

Oleh karena itu, tidak ada kata terlambat atau putus asa dalam bertobat.

Muhammad Shalih Al Munajid
cuplikan dari buku “Aku Ingin Tobat”,
penerbit Misykat GU6JF3SAVJVQ.

Sumber: Elang Jawa

Posted in: Hadist