Tujuh Peristiwa Makar / Pemberontakan Di Hari Sabtu

Posted on 16 Juni 2010

0


Dari Muslim bin Abdullah dari Sa’id bin Jubair dari Anas bin Malik r.a, ia berkata: Rasulullah SAW ditanya tentang hari yang ketujuh. Maka Rasulullah SAW menjawab: Hari Sabtu adalah hari makar / pemberontakan tipu daya. Para Shahabat bertanya: Bagaimana bisa Ya Rasulullah? Jawab: Karena Bangsa Quraisy telah melakukan makar / pemberontakan di Darunnadwah.

Rasulullah SAW tidaklah menamakan hari Sabtu itu sebagai hari makar / pemberontakan dan tipu daya, melainkan karena pada hari itu telah terjadi tujuh peristiwa makar / pemberontakan dan penipuan terhadap tujuh orang oleh tujuh kaum, yaitu:

Pertama: Kaum Nabi Nuh melakukan makar / pemberontakan dan tipu daya terhadap Nabi Nuh AS. Seperti Firman Allah SWT, maknanya: ”Dan mereka (Kaum Nuh) melakukan tipu daya yang amat besar”. Karena itu mereka patut mendapatkan azab berupa topan dan malapetaka.
Allah SWT juga Berfirman: ”Dan Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah”.

Kedua: Kaum Nabi Sholeh melakukan makar dan tipu daya terhadap Nabi Sholeh AS. Seperti Firman Allah SWT, artinya: ”Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar/tipu daya (pula), sedang mereka tidak menyadari”. Karena itu mereka patut mendapatkan kebinasaan dan kehancuran. Firman Allah SWT yang artinya: ”Bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya”.

Ketiga: Saudara-saudara Nabi Yusuf melakukan makar dan tipu daya terhadap Nabi Yusuf AS. Seperti yang difirmankan Allah SWT, maknanya: ”Maka mereka membuat makar untuk (membinasakan)mu”. Hal ini karena mereka merasa dengki terhadap Yusuf AS, setelah mereka mengerti dan memahami akan takwil mimpi Yusuf, yang mana dalam mimpi itu mereka diibaratkan bintang-bintang yang semuanya merunduk kepada Yusuf AS. Atas makar itu, Allah mencela dengan Firman-Nya, yang maknanya: ”Apakah kalian mengetahui (kejelekan) apa yang telah kalian lakukan terhadap Yusuf”.

Keempat: Kaum Nabi Musa AS melakukan makar dan tipu daya terhadap Nabi Musa AS. Seperti Firman Allah yang artinya: ”Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris”. Karena itu mereka patut mendapatkan kehinaan. Firman Allah, artinya: ”Dan jadilah mereka orang-orang yang hina”.

Kelima: Kaum Nabi Isa AS melakukan makar terhadap Nabi Isa AS. Firman Allah, artinya: ”Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu, dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. Karena itu mereka patut mendapatkan pengusiran dan penghinaan. Firman Allah yang artinya: ”Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud Isa Putra Maryam”.

Keenam: Gembong-gembong Quraisy melakukan makar dan tipu daya terhadap Nabi Muhammad SAW . Seperti yang difirmankan Allah SWT, maknanya: ”Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya kepadamu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu”. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah SWT sebaik-baik pembalas tipu daya. Karena itu mereka patut mendapatkan azab dan siksa. Firman Allah SWT, artinya: ”Dan sesungguhnya Kami menimpakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat)”.

Ketujuh: Kaum Bani Israil melakukan makar dan tipu daya atas larangan Allah SWT. Seperti yang difirmankan Allah SWT, yang artinya: ”Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu”. Karena itu mereka patut mendapatkan kutukan. Firman Allah SWT, yang artinya: ”Atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat durhaka) pada hari Sabtu”.

Sumber: Buku Mengungkap 7 Rahasia Gaib Karya Syekh Abu Nasr Muhammad AlHamdaany.

Posted by Wordmobi