Tasawuf: Bid’ahkah?

Posted on 20 Mei 2010

0


Esti Herawati, bertanya: Benarkah tasawuf tidak ada pada zaman Rasulullah saw? Kalau tidak ada, berarti bid’ah kan?
Mohon dijelaskan pengertian tasawuf!

Jawab:
Abdul Hasan Al Fusyandi, seorang tabi ’in yang hidup sezaman dengan Hasan AlBisri (w. 110H./728 M.) mengatakan, “ Pada zaman Rasulullah saw., tasawuf ada realitasnya, tetapi tidak ada namanya. Dan sekarang, ia hanyalah sekedar nama, tetapi tidak ada realitasnya. ” Pernyataan ulama dari kalangan tabi ’in ini bisa menjadi acuan untuk menjawab pertanyaan Anda.

Memang benar, tidak ada istilah tasawuf pada zaman Rasulullah saw. Namun, realitasnya ada dalam kehidupan dan ajaran Rasulullah saw. seperti sikap Zuhud, Qona’ah, Taubat, Rido, Sabar, dll. Kumpulan dari sikap-sikap mulia seperti ini dirangkum dalam sebuah nama yaitu Tasawuf.

Oleh sebab itu, ketika Imam Ahmad menulis buku tentang tasawuf, beliau tidak memberi nama kitab itu dengan Kitab At-Tasawuf. Akan tetapi, beliau memberi nama kitab itu dengan Kitab Az-Zuhud (Kitab tentang Zuhud), Kalau kita cermati isi kitab tersebut, hampir seluruh isinya membicarakan persoalan-persoalan yang ada dalam kajian tasawuf.

Kita tidak perlu mempersoalkan nama, yang penting realitas atau substansinya. Dalam mengarungi hidup, kita harus punya jiwa
zuhud,qona’ah, taubat, muraqabatullah, ‘iffah, dll. Anda boleh memberi nama untuk sederet istilah itu dengan nama Tasawuf. Namun kalau anda tidak suka dengan istilah Tasawuf dengan alasan istilah tersebut tidak dipakai pada zaman Rasulullah saw., pakai saja istilah lain
seperti yang digunakan Imam Ahmad yaitu ilmu zuhud. Yang pasti, materi yang dibahas dalam ilmu zuhud dan ilmu tasawuf substansinya sama, yang berbeda hanyalah nama.

Adapun makna Tasawuf, bisa dilacak dari asal-usulnya. Para ahli mengatakan bahwa: Tasawuf berasal dari kata “As-suuf” artinya bulu atau kain wol yang kasar. Kemudian kata As-Suuf diberi akhiran “ya” (as-Suufiya) yang dinisbahkan kepada orang yang suka memakai pakaian dari bulu binatang sebagai lambang kesederhanaan., lawan pakaian sutera yang merupakan simbol kemewahan. Kemudian seseorang yang lebih mengutamakan kesederhanaan disebut “Sufi”.

KH ABDUL KARIM.JPG

Pendapat lain mengatakan, Tasawuf berasal dari kata “Ahl-Shuffah” yaitu sekelompok sahabat miskin yang hijrah ke Madinah dan
tidak memperoleh tempat tinggal, sehingga
Rasulullah saw. menempatkan mereka di serambi masjid. Tempat itu dinamakan “Suffah”, sedangkan para penghuninya disebut “Ahl-Shuffah”. Dari kata “Suffah” inilah lahir kata Tasawuf.

Dalam perkembangan berikutnya, para ahli memberikan banyak definisi mengenai hal ini, sehingga sulit mendefinisikan tasawuf secara mnyeluruh, karena kita hanya bisa menyentuh salah satu aspeknya saja. Walaupun susah mencari makna yang menyeluruh, namun kita perlu mengutip salah satu pengertian tasawuf yang disampaikan seorang tokoh Sufi modern yaitu Syeikh AlJunaid Al Baghdadi (w. 289H.) yang menyebutkan, “Tasawuf adalah riyadhah (latihan) membebaskan hati dari
hayawaniyyah (sifat yang menyamai binatang) dan menguasai sifat basyariah
(kemanusiaan) untuk memberikan tempat bagi sifat-sifat kerohanian yang suci, berpegang pada ilmu dan kebenaran, dan
benar-benar menepati janji terhadap Allah swt, danmengikuti sunnah Rasulullah saw. ”

Mencermati definisi ini, bisa kita simpulkan bahwa tasawuf adalah latihan untuk membersihkan jiwa dari sifat – sifat kebinatangan dan mengisinya dengan akhlak mulia melalui pelaksanaan ajaran agama yang benar dengan mengikuti apa yang disunnahkan Rasulullah saw.
Wallahu A’lam.

Sumber: .1. Bedah Masalah Kontemporer
I (Aqidah & Akhlak) Aam Amiruddin,
.2. www.mail-archive.com

Posted in: Tanya Jawab, Tasawuf